17 November 2012

Nonton MotoGP Sepang 2012 #day 5

Hari terakhirku di Malaysia, tenaga dah tinggal sisa-sisa saja. Bangun agak siangan, beres-beres barang, karena nanti siang harus check out. Mandi, lalu cabut ke Batu Caves.

Batu Caves
Sarapan dulu di stasiun Kuala Lumpur. Ada warung yang cukup rame, kebanyakan yang beli mahasiswa, lumayan enak dan lumayan murah. Dari Stasiun Kuala Lumpu naik KTM komuter yang ke Batu Caves. Sepi keretanya karena memang daerah sana bukan pusat pekantoran jadi jarang ada pekerja kesana. 
Setengah jam dah nyampe di Batu Caves. Kalau tahun kemarin kesini sudah malem, jadi males mau naik keatas, sekarang pagi-pagi dan kelihatan benar keindahan Batu Caves.


Naik keatas melewati 273 anak tangga yang sangat curam, benar-benar sebuah perjuangan bagiku. Keringat bercucuran, bagi yang pengen diet kayaknya cocok naik turun tangga disini, dijamin sebulan langsung turun 10kilo.

Siap-siap berolahraga

Nyampe diatas tebayar sudah pejuangan menaiki anak tangga. Dari atas keliahatan landscape daerah sekitar Batu Caves. Masuk ke gua ada bebeapa kuil buat sembahyangnya orang Hindu, kalau mau ngikut boleh2 saja, tapi aku cuman liat saja. Ada dua tingkat guanya yang pertama cukup luas tapi gelap, setelah naik ke tingkat kedua baru terang karena atas gua terbuka, awesome....

gua pertama

gua kedua

Puas menghirup bau kemenyan khas India, saatnya turun. Kalau turunnya gak begitu menguras tenaga. Beli camilan khas India dulu titipan temen yang ngidam makanan India. Mbak Ai nyobain rajah tangan khas India, temporary katanya sih bertahan sampai seminggu.


Jam 11 balik ke hotel, lalu check out jam 12nya. Barang titipin dulu di lobi hotel, kita belanja di China Town. Beli Jersey MU, Chelsea, Barca kw thailand dan Jaket AC Milan, komplit dah. Beli miniatur petronas dan gantungan kunci buat teman. 
FYI: kalau belanja di China Town mending yang sudah tertera harganya, kecuali loe bisa nawar dengan kejam hahahaha. Sekedar cerita kemarin pas beli suvenir disini (aku beli di kios dekat pintu masuk dah tertera harga masing2 barang) ada orang lain yang juga beli, lah dia dah bawa miniatur Petronas ukuran besar, ditanya ama penjualnya "beli berapa?" dijawab ama orang tadi "50RM". Dengan wajah kaget, sambil menunjuk ke barang dagangan dia yang sama bentuk dan ukurannya, sang penjual bilang "disini cuma 27RM, kamu bisa dapat 2 biji". Orang tadi cuma melongo gak bisa berkata apa-apa.
Selesai belanja, ambil barang di hotel lalu berangkat ke LCCT, pesawat kami jam 7 malam. Dalam perjalanan di dekat stasiun pasar seni ada yang jualan kayak tempura goeng. Lumyan enak dengan berbagai macam rasa ikan, harga juga murah cuman seringgit satu tusuk. Habis 5 tusuk juga udah kenyang. 
Dari Pasar seni naik LRT ke KL Sentral. Di KL Sentral beli coklat buat oleh-oleh, sambil istirahat sebentar. Setelah tenaga terisi, lanjut pejalanan ke LCCT naik AeroBus. Satu jam perjalanan, kali ini gak tidur karena diajak ngobrol ama makcik sebelahku yang mau balik ke Penang.
Sampai LCCT lapor ke imigrasi, dan stempel pun melayang di pasporku. Jam 7 malam pesawat take off, dan sampai di Sukarno Hatta jam 8 malam, zona waktu lebih lambat satu jam dari Malaysia.
Nemenin mbak Ai dulu nunggu bus Damri yang ke Serang, dan busnya baru datang jam setengah 10 malam, ya inilah negaraku Indonesia, dari bandara saja mau keluar harus nunggu berjam-jam.
Kalau aku sih bawa motor dan parkir inap di bandara jadi gak pusing-pusing nyari angkutan keluar bandara.
Di tengah jalan ada warung Bakso yang masih buka, mampir dulu dah kangen dengan aroma Bakso khas Indonesia, hmmm nikmat banget.
Jam 11 sampai rumah, mandi air hangat dan terlelap dengan membawa semua kenangan indah di Kuala Lumpur.

To be Continued next year ..... maybe and hope......

No comments:

Post a Comment